ALTERNATIF TUNTUNTAN DUNIA KERJA PEGAWAI E-OFFICE UNTUK MENDUKUNG E-GOVERNMENT DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BATANG HARI
ALTERNATIF TUNTUNTAN
DUNIA KERJA PEGAWAI
E-OFFICE UNTUK MENDUKUNG E-GOVERNMENT
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN
BATANG HARI
OELH : FAHRI FIRDAUS
Perkembangan teknologi
informasi
dan
komunikasi yang semakin pesat
mengakibatkan organisasi
pemerintah
maupun
swasta dan perusahaan-perusahaan yang ingin
memaksimalkan penggunakan
teknologi otomatisasi dengan cara
memanfaatkan teknologi yang ada dan sedang berkembang,
baik
untuk berkomunikasi dengan
banyak orang, untuk pemberian informasi, maupun untuk keperluan administrasi perkantoran, seperti dalam proses pengarsipan, dokumentasi dan surat
menyurat yang sering dilakukan
dalam
lingkungan perkantoran.
Perubahan di instansi pemerintah ditandai dengan sistem tradisional
yang
identik
dengan
paper based administration
menuju electronic government. Electronic
government merupakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi
(TIK), melalui jaringan teknologi
dan
berbasis data untuk
berbagai kepentingan
guna pelaksanaan pemerintahan
yang efektif dan efisien dalam kegiatan perkantoran
khususnya
kegiatan korespondensi
kedinasan. Banyaknya surat
masuk
dan
surat keluar yang dikelola dan
perlunya penyampaian surat kepada instansi
lain
dalam kegiatan korespondensi
kedinasan
menjadikan teknologi informasi sebagai media
yang dianggap
mampu
dan
handal untuk
membantu dalam pengelolaan surat dan pembuatan surat yang mudah dan cepat.
Penerapan teknologi informasi dalam electronic government ini diantaranya adalah penerapan e-office atau e-perkantoran
termasuk salah satu layanan yang ada dalam e-government, yaitu untuk mendukung kegiatan perkantoran khususnya
dalam hal administrasi kantor. E-office
atau
e-
perkantoran itu sendiri merupakan sistem teknologi informasi yang bertujuan
untuk menyederhanakan proses kegiatan perkantoran
terutama dalam
hal
korespondensi
kedinasan. Korespondensi
merupakan komunikasi
tertulis yang dilakukan antara komunikator
dengan komunikan
yang dapat mengirim pesan atau
informasi secara tertulis.
Dari pengantar di atas Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Batang Hari, sebagai instansi tempat saya berkerja, memaksimalkan E-Office dalam tata persuratan, sehingga distribusi surat lebih cepat dan tepat sasaran, setiap bidang memiliki administrator sebagai pengelola data surat masuk dan pengarsipan melalui E-office, yang kemudian menyampaikan hasil dari setiap disposisi surat mulai dari kepala dinas hingga kepala bidang serta ke kepala seksi, lalu melakukan scanner terhadap surat yang masuk dalam aplikasi E-office tersebut.
Cara kerja
pegawai bagian administrasi
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Batang Hari dalam kegiatan korespondensi
kedinasan manual maksudnya, pegawai masih melakukan pencatatan nomor
surat masuk
dan
surat keluar ke dalam buku secara manual sehingga membutuhkan alat tulis yang banyak dalam penggunaannya,
selain itu membutuhkan
waktu yang lama karena
pegawai harus mencatat satu persatu surat
yang
telah masuk maupun keluar.
Jumlah surat yang banyak memungkinkan banyaknya berkas atau arsip yang menumpuk di lemari
arsip. Hal ini menimbulkan masalah bagi pegawai dalam pencarian surat, baik surat masuk maupun surat keluar, karena pegawai harus mencari satu persatu
berkas atau arsip dalam lemari arsip surat sehingga
pegawai tidak dapat menyelesaikan tugasnya dengan
baik
dan tepat waktu.
Selain itu,
pencatatan secara manual mengakibatkan penumpukan
surat, resiko hilang dan rusaknya berkas atau
arsip surat karena tumpukan terlalu banyak
dan
tidak terawat.
Sementara, cara kerja pegawai bagian administrasi
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Batang Hari dalam kegiatan korespondensi
kedinasan
elektronik di sini maksudnya, cara kerja pegawai dalam melakukan pencatatan surat masuk
dan
surat keluar yang sudah
melalui
proses
komputerisasi
sistem e-office yang pengelolaannya
secara online office yang sekarang ini diterapkan
di Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan menurut beliau dapat membantu kegiatan perkantoran khususnya kegiatan korespondensi kedinasan seperti penomoran surat, pengelolaan surat masuk, dan surat
keluar serta penyimpanan surat. Sistem e-office terdapat dua akses yang digunakan
yaitu
sebagai operator
surat dan admin unit. Operator
surat bertugas
untuk menginput surat masuk atau surat keluar, menerima surat masuk atau surat keluar, membuat
konsep
surat dan menggandakan surat. Sedangkan admin unit bertugas
untuk
mengatur dan
mengelola semua alur atau proses
yang dapat dilakukan
oleh semua user, baik manajemen,
operator, sekretaris maupun staff tetapi hanya
dalam 1 unit tersebut.
lantas untuk menunjang agar E-office dapat terus digunakan maka di lakukan sosiolisasi dan pelatihan baik secara tatap muka maupun berbasis E-learning. E-Pelatihan bisa menjadi solusi dan alternatif yang tepat untuk menyampaikan materi ajar jarak jauh. Dengan demikian para administrator dari E-office di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tetap aktif dalam penggunaanya.
Salam Dunia Kerja ...
BalasHapusMohon izin menanggapi artikel yang dituliskan mengenai "ALTERNATIF TUNTUNTAN DUNIA KERJA PEGAWAI E-OFFICE UNTUK MENDUKUNG E-GOVERNMENT DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BATANG HARI". Saya meyakini bahwa penulis sangat paham betul tentang situasi dan kondisi dunia kerja yang kini sedang digelutinya. Sehingga dengan lancar penulis dapat mendeskripsikan hal tersebut dalam bentuk ulasan sebagaimana dituliskan di atas.
Yang ingin ditambahkan adalah bahwa dalam tuntutan dunia kerja maka global competences atau kompetensi global mutlak diperlukan dan dipenuhi, yaitu:
1. Skill (keterampilan/cetakan/hasil/ouput yang nyata)
2. Knowledge (pemahaman yang baik atas bidang yang sedang ditekuni atau yang menjadi tugas pokok fungsinya)
3. Values (dampak/outcomes, artinya tuntutan untuk memahami dan menghargai persepsi dari pandangan dunia yang lain, yang bukan di lingkungan kita berada)
4. Attitudes (tuntutan untuk terlibat, menghargai dan berinteraksi dengan lintas sosial budaya atau dengan kata lain open minded).
Demikian tambahan dari saya, dan mohon maaf jika kurang berkenan.
Terima kasih.
Assalamualaikum. Wr. wb.
BalasHapusArtikel yang sangat menarik bagi pembaca dimana penulis telah mendeskripkan ulasan yang sangat menarik dimana kebijakan penerapan reformasi birokrasi di Indonesia, yang mewajibkan setiap proses bisnis/kegiatan perkantoran berjalan efesien dan efektif, yang menyebabkan terjadinya transformasi proses bisnis dari sistem konvensianal ke sistem otomatis dengan penggunaan aplikasi. Proses bisnis yang dilakukan secara manual (document driven) menggambarkan pengiriman sebuah dokumen, misalnya surat yang masih berupa hardcopy, dan dikirimkan dengan kurir antar unit di lingkungan kantor. Pemanfaatan e-office adalah salah satu cara yang dapat dilakukan dalam rangka mensosialisasikan E-government di lingkungan perkantoran. E-office adalah bagian dari sebuah sistem teknologi informasi yang bertujuan untuk menyederhanakan proses bisnis terutama administrasi persuratan melalui pemanfaatan media internet dan surat elektronik. Puslitbang Jalan dan Jembatan mencoba memanfaatkan e-office dalam mendukung kegiatan perkantorannya. Pemanfaatan E-office terbukti dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari kegiatan perkantoran. Demikian tambahan dari saya, Terimakasih wassalam
Assalamu'alaikum.. izin menanggapi bang. artkelnya luar biasa. boelh dibbilang bang fahri sangat menguasai dan paham betul tentang keadaan dinas pendidikan kabupaten Batang Hari, sehingga isinya sangat terperinci dan detil. pemanfaatn e-office bisa jadi sangat efektif dan efisien dalam pengelolaan admnistrasi di dalam suatu instansi, yang mana e-offce ini mempermudah para pegamai untuk menakses data yang dibutuhkan. namun bagaimana jika kita mengahadapi persoalan tentang jaringan/jangkauan IT di kabupaten Batang hari sendir, jika diperhatikan, masih banyak juga daerag-daerah yang belum terjangkau oleh jaringan internet.. apakah alternatif yang bang faahri ambil dalam mengatasi kendala-kendala seperti itu?
BalasHapus