Study Kasus Pengelolaan Dana BOS Di SMPN 2 Batang Hari


STUDI KASUS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH
MELALUI APLIKASI SISTEM INFORMASI PENATAUSAHAAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (SIPBOS) DI SMPN 2 BATANG HARI
TAHUN ANGGARAN 2019

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai: 1) Perencanaan Dana BOS, 2) Pelaksanaan Dana BOS, 3) Pelaporan Dana BOS, 4) Kendala Dana BOS melalui penggunaan aplikasi Sistem Informasi Penataanusahaan Dana Bantuan Operasional Sekolah yang disingkat SIPBOS. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) Perencanaan RKAS SMPN 2 Batang Hari terdiri dari: (a) Menyusun RKAS dengan mengadakan rapat pleno di awal tahun pelajaran. (b) Memilih kebutuhan setiap kelas dengan melibatkan semua guru dan karyawan sekolah, belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja modal/aset yang meliputi: Alat tulis kantor, bahan habis pakai, kebutuhan penujang belajar dan kegiatan anak   serta   sekolah.   (c)   Meminta   pertimbangan   komite   sekolah.   (d) Menyepakati dan menyetujui rancangan RKAS. (e) Menginput data manual RKAS ke dalam Aplikasi SIPBOS 2) Pelaksanaan Dana BOS meliputi: (a) Penyaluran Dana BOS, dana BOS diterima setiap triwulan atau tiga bulan sekali, jadi setiap tahun ada 4 kali penyaluran dana BOS dengan pembagian 20 % di triwulan 1, 40% triwulan 2, 20% triwulan 3 dan 20% di triwulan 4 jadi total 100 % penyaluran. (b) Pembelanjaan barang/jasa, pembelanjaan dilaksanakan oleh semua pihak dari sekolah  dengan  menerapkan  prinsip  efektif  dan  efisien.  (c)  Pembelanjaan barang harus menyerahkan bukti transaksi kepada Bendahara BOS (d) Pembukuan yang dibuat meliputi buku kas umum, buku pembantu bank, buku pembantu kas dan buku pembantu pajak. 3) Pelaporan Dana BOS di SMPN 2 Batang Hari meliputi: (a) Menyusun laporan secara triwulan. (b) Merekapitulisasi laporan dana bantuan operasional sekolah dalam jangka waktu satu tahun. (c) Melaporkan Manajemen Dana BOS kepada Dinas Pendidikan Kabupaten, Provinsi dan Pusat baik secara manual maupun online dari SIPBOS. 4) Kendala yang dihadapi dalam manajemen dana BOS di SMPN 2 Batang Hari adalah: (a) Tahap penyaluran dana BOS yaitu terlambatnya dana BOS cair. (b) Proses pembelian barang/jasa dari dana BOS tidak dilakukan oleh tim khusus pembelanjaan. 5) Solusi dari kendala yang dihadapi dalam manajemen dana BOS adalah: (a) Pada tahap penyaluran yaitu sekolah melakukan talangan dana untuk menutupi kekurangan dana sampai dana BOS cair. (b) Pembelian dana BOS  yang tidak  memiliki tim khusus pembelanjaan sekolah mengizinkan semua pihak sekolah untuk melakukan pembelanjaan dengan mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah dan menyertakan bukti fisik yang jelas.

Kata Kunci: Manajemen, Dana BOS, SekolahMenengah

1. PENDAHULUAN
Keuangan sekolah perlu dikelola dengan baik. Pengelolaan keuangan sekolah penting untuk dilakukan agar dana yang diperoleh dapat digunakan secara efektif dan efisien. Menurut Hasibuhan (2011: 2) menjelaskan bahwa pengelolaan atau manajemen adalah ilmu seni dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumberlainnya secara efektif dan efisien untuk  mencapai suatu tujuan tertentu. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan program BOS adalah pengelolaan dana dan segala sumber daya yang ada dalam program BOS.
Penggunaan dana BOS harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara tim manajemen BOS sekolah, dewan guru dan komite sekolah. Hasil kesepakatan harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk berita acara rapat dan ditandatangani oleh seluruh peserta rapat. Dalam penggunaan dana BOS ini tidak semua kebutuhan sekolah dapat dipenuhi, karena dana BOS ini hanya membiayai komponen komponen tertentu, seperti pembelian/penggandaan buku teks pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa, perawatan sekolah, pembayaran honararium bulanan guru honorer dan lain sebagainya.
Indikator pengelolaan  yang baik  yaitu perencanaan, pemanfaatan, serta pelaporan dan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS. Dalam perencanaan penggunaan dana BOS, hal utama dilakukan adalah menyusun RAPBS. RAPBS berisi ragam sumber pendapatan dan jumlah nominalnya, baik rutin maupun pembangunan, ragam pembelanjaan, dan jumlah nominalnya dalam satu tahun anggaran. Penggunaan dana BOS merupakan pelaksanaan dari RAPBS dana BOS yang sudah disusun. Penggunaan dana BOS ini harus mengacu dan berpedoman kepada RAPBS yang sudah dibuat baik menyangkut mata anggaran maupun besar anggarannya.  Penggunaan  dana  BOS  sepenuhnya  menjadi  tanggung  jawab lembaga  yang kegiatannya  mencakup  pencatatan  penerimaan  dan  pengeluaran uang serta pelaporan keuangan, sehingga memudahkan proses pengawasan atas penggunaan dana. Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan Program BOS, masing-masing pengelola program di tiap tingkatan (Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Sekolah) diwajibkan untuk melaporkan hasil kegiatannya kepada pihak terkait.

2. METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus yang bersifat deskriptif-analitis. Deskriptif analitis menurut Gunawan (2015: 87) merupakan data yang diperoleh seperti hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan, analisis dokumen, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi peneltian, tidak dituangkan dalam bentuk dan angka-angka.
Sumber data dalam penelitian ini adalah wawancara langsung kepada subyek penelitian yaitu kepala sekolah dan dokumen resmi yang diperoleh dari sekolah berupa dokumen tentang pengelolaan dana bantuan operasional sekolah pada aplikasi SIPBOS. Sedangkan nara sumber dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Bendahara BOS, dan Operator SIPBOS Sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi dan observasi.
Wawancara dimaksudkan untuk memperoleh data secara sebyektif tentang bagaimana proses penyusunan RKAS, bagaimana pelaksanaan pengelolaan dana BOS baik yang terkait dengan pengalokasian, penggunaan dana BOS, pelaporan maumpun kendala serta solusi dalam memenejemen dana BOS di SMPN 2 Batang Hari. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa pembukuan   kas   umum,   pembantu   kas   umum,   buku   pembantu   bank,buku pembantu pajak dan arsip-arsip yang berhubungan dengan Pengelolaan Dana BOS di SMPN 2 Batang Hari. Teknik observasi digunakan peneliti untuk mengamati kondisi sekolah secara keseluruhan, mulai dari gedung sekolah, sarana prasarana dan peserta didik.
Analisis isi dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Sedangkan uji keabsahan yang digunakan dalam penelitian ini Triangulasi sumber. Triangulasi sumber berarti membandingkan ulang derajat kepercayaan informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda. Misalnya membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada (Bachtiar S. Bachri, 2010: Vol. 10 No. 1) Triangulasi dengan sumber yang dilaksanakan pada penelitian ini yaitu membandingkan  hasil  wawancara,  isi  dokumen  yang berkaitan  dan  observasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah Kepala sekolah, Bendahara BOS, dan operator SIPBOS  Sekolah,  dengan  informan  pendukung  yang  berasal  dari dokumen dan hasil observasi Pengelolaan Dana BOS di SMPN 2 Batang Hari.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1  Analisis  Perencanaan  Dana  Bantuan  Operasional Sekolah di SMPN 2
Batang Hari

Dalam  rangka menentukan  alokasi  pendidikan,  ada dua hal  penting  yang harus diperhatikan, yaitu 1) menginventariskan nara sumber dana pendidikan dan 2) menentukan skala prioritas terhadap berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan.
Berdasarkan hasil temuan, bahwa Proses perencanaan manajemen keuangan sekolah harus menyusun rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS). RKAS meliputi penganggaran untuk kegiatan pengajaran, materi kelas, pengembangan profesi guru, renovasi bangunan sekolah, pemeliharaan buku, meja dan kursi. Penyusunan RKAS tersebut harus melibatkan kepala sekolah,  guru,  bendahara  dan  komite  sekolah.  RKAS  perlu  disusun  pada setiap tahun ajaran sekolah dengan memastikan bahwa alokasi anggaran bisa memenuhi kebutuhan sekolah secara optimal.
3.2  Analisis  Pelaksanaan  Dana  Bantuan  Operasional  Sekolah  di  SMPN 2
Batang Hari

Pelaksanaan  Pengelolaan  Dana  BOS  terdiri  dari  beberapa  bagian  yaitu diawali dari tahap penyaluran Dana BOS, pengambilan Dana BOS, penggunaan Dana BOS, pembelanjaan dengan Dana BOS, pembukuan Dana BOS, pengembalian kelebihan Dana BOS, dan perpajakan yang terkait Pengelolaan Dana BOS.

3.2.1   Penyaluran Dana BOS

Pelaksanaan di SMPN 2 Batang Hari dalam tahap penyaluran sudah sesuai prosedur, sekolah menerima Dana BOS  tiap triwulan atau 3 bulan sekali. Sehingga dalam satu tahun sekolah menerima 4 kali penyaluran Dana BOS. Pada tahun 2018 tercatat ada 4 kali penyaluran, penerimaan Dana BOS SMP untuk periode pertama dana diterima sesuai dengan jumlah siswa yang ada, pada bulan Februari. Penerimaan Dana BOS di periode kedua, dana diterima secara bertahap yaitu pada bulan April, Triwulan ketiga diterima di bulan Juni dan triwulan keempat diterima di bulan Oktober.
3.2.2      Pengambilan Dana BOS

Proses pengambilan Dana BOS di SMPN 2 Batang Hari melalui bank penyalur dari Pemerintah Pusat yang kemudian oleh pihak Provinsi dipindahkan ke rekening sekolah di Bank 9 Jambi. Adapun pegambilan dana BOS terdapat  prosedur  tersediri.  Pengambilan  Dana  BOS  harus  diambil  oleh Kepala Sekolah dan Bendahara, dengan menunjukan bukti KTP/SIM dan SK
dari Kepala Sekolah dan Bendahara BOS. Pengambilan Dana BOS harus disesuaikan jumlah siswa dan harus dengan izin/tanda tangan Kepala Sekolah dan Bendahara BOS serta surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang di peroleh melalui rekonsilidasi admin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Hari.

3.2.3      Penggunaan Dana BOS

Penggunaan dana BOS di satuan pendidikan harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Tim Manajemen BOS Sekolah, Dewan Guru dan Komite Sekolah. Hasil kesepakatan diatas harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk berita acara rapat dan ditandatangani oleh peserta rapat. Kesepakatan penggunaan dana BOS harus didasarkan skala prioritas kebutuhan satuan pendidikan, khususnya untuk membantu mempercepat pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) dan/atau standar nasional pendidikan (SNP).
Penggunaan dana BOS di SMPN 2 Batang Hari hanya untuk kegiatan-kegiatan  yang  bersifat  operasional  nonpersonalia.  Proses penggunaan Dana BOS dilakukan sesuai dengan anggaran yang telah dibuat di awal periode. Pelaksanaan kegiatan terkadang tidak sesuai dengan rencana awal  yang  telah  dibuat  sekolah,  oleh  karena  itu  sekolah  harus  membuat RKAS   perubahan.   RKAS   perubahan   yang   telah   dilakukan   perubahan diajukan kepada dinas untuk dimintai persetujuan berdasarkan kesepakatan RKAS perubahan dapat dilakukan setelah pencairan dana BOS triwulan ke 2.
3.2.4      Pembelanjaan dengan Dana BOS

Pembelian barang/jasa dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Sekolah dengan ketentuan  menggunakan  prinsip  keterbukaan  dan  ekonomis  dalam menentukan barang/jasa dan tempat pembeliannya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, dengan cara membandingkan harga penawaran dari penyedia barang/jasa dengan harga pasar dan melakukan negosiasi.
SMPN 2 Batang Hari ini tidak memiliki tim khusus untuk melaksanakan  kegiatan  pembelanjaan  barang/jasa.  Pembelajaan  bisa dilakukan oleh siapa saja, bisa Kepala Sekolah, bendahara atau pun guru di SMPN 2 Batang Hari.   Pembelajaan   harus   menggunakan   nota, kemudian uang yang digunakan akan diganti dengan Dana BOS. Nota atau kuitansi belanja harus di entry di opsi belanja tunai pada aplikasi SIPBOS.
Sekolah memiliki pertimbangan setiap akan melaksanakan pembelian barang/jasa. Barang dengan harga yang murah dan kualitas bagus menjadi hal yang diinginkan. Saat melakukan pembelian barang yang terpenting adalah barang tersebut adalah barang yang sangat dibutuhkan dari barang atau keperluan lain. Pertimbangan lain yang dilakukan dalam pembelian barang ataupun jasa yaitu dengan melihat ketersediaan dana yang diperoleh sekolah dan menerapkanprinsip efektif dan efisien. Efektif yaitu tepat guna, barang yang dibeli memang barang yang dibutuhkan dan memang harus diadakan. Dan  untuk  efisien  menggunakan  berdasarkan  harga  yang  ada  dipasaran standar dan dengan harga yang minimal.



3.2.5      Pembukuan Dana BOS.

Data mengenai pembukuan Dana BOS keseluruhan disusun oleh Bendahara Sekolah,   rekap   pembukuan   yang   dilakukan   oleh   Bendahara   Sekolah, kemudian diserahkan ke Bendahara BOS untuk dilakukan update data pada aplikasi SIPBOS setiap bulan terkait dengan pengeluaran yang bersumber khusus menggunakan Dana BOS.
Pelaksanaan pembukuan belanja barang harus menyertakan bukti transaksi terhadap  dana  yang telah dikeluarkan.  Bukti fisik  atas transaksi tersebut berguna untuk kegiatan Pelaporan Dana BOS, sebagai pertanggungjawaban  kepada pemerintah  atas  penggunaan  dana  yang telah diberikan.
SMPN 2 Batang Hari melaksanakan pembukuan secara rutin setiap bulannya dengan  menyertakan bukti fisik pembelian.  Sesuai aturan sekolah harus mempunyai buku Kas Umum, buku Pembantu Kas, buku Pembantu Bank dan buku Pembantu Pajak. Semua aturan yang dibutuhkan dalam pembukuan dana BOS ini telah dilakukan dengan baik, dilihat dari kelengkapan berkas Surat PertanggungJawaban (SPJ) yaitu terdiri dari buku Kas Umum, buku Pembantu Kas, buku Pembantu Bank dan buku Pembantu Pajak. Dapat di cetak melalui aplikasi SIPBOS berupa SPTJ dan SPTMH yaitu : Surat Pernyataan Tanggung Jawab dan Surat Pernyataan Telah Menerima Hibah.

3.2.6      Perpajakan terkait Pengelolaan Dana BOS.

Pada SPJ SMPN 2 Batang Hari sekolah melakukan perpajakan sesuai dengan aturan pada buku Juknis, setiap transaksi yang harus menggunakan pajak, sekolah akan mencatat dan melakukan perpajakan yang sesuai dengan aturan yang berlaku, sekolah juga mempunyai buku pajak untuk membantu mempermudah dalam penyusunan surat pertanggungjawaban BOS. Contoh lain  seperti  saat  sekolah  mengeluarkan  biaya  seperti  membayar konsumsi rapat dan terkena Pph 23 serta PP 1. .
3.3  Analisis Pelaporan Dana BOS di SMPN 2 Batang Hari.

Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil pelaksanaan kegiatannya. Laporan penggunaan dana BOS di tingkat satuan pendidikan meliputi laporan realisasi penggunaan dana per sumber dan surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan bahwa dana BOS yang diterima telah digunakan sesuai NPH BOS.  Buku Kas Umum, Buku Pembantu Kas, Buku Pembantu Bank, dan  Buku  Pembantu  Pajak beserta bukti  serta dokumen pendukung bukti pengeluaran dana BOS (kuitansi/faktur/ nota/bon dari vendor/toko/supplier) wajib diarsipkan oleh satuan pendidikan sebagai bahan audit. Setelah diaudit, maka data tersebut dapat diakses oleh publik.
Pertanggungjawaban sekolah kepada pemerintah dengan memberikan laporan Pengelolaan Dana BOS pada setiap akhir periode Dana BOS. Adapun pihak-pihak yang diberikan laporan Dana BOS adalah Dinas Pendidikan Kabupaten, Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pusat. Laporan untuk Provinsi berupa email, laporan ringkas dan disertakan bukti laporan lengkap saat melakukan pelaporan langsung di Dinas Pendidikan Provinsi. Laporan untuk Kabupaten berupa laporan ringkas dan laporan untuk Dinas Pusat di Jakarta melalui email. Selain dinas-dinas tersebut, sekolah juga melaporkan Pengelolaan Dana BOS pada Komite Sekolah.
Kegiatan Pelaporan yang dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban sekolah atas keterlaksanaan Dana BOS kepada pemerintah pusat dibuat oleh Sekolah dansecara khusus oleh Kepala Sekolah dan Bendahara BOS.

3.4  Analisis  Kendala    kendala  yang  muncul  dalam  memenejemen  Dana

Bantuan Operasional Sekolah di SMPN 2 Batang Hari.

Dalam implementasi pengelolaan dana bantuan operasional sekolah di SMPN 2 Batang Hari tentu tidak lepas dari faktor kendala maupun faktor pendukungnya. Tanpa kedua hal itu, kegiatan manajemen Dana BOS tidak bisa berjalan lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Adapun kendala - kendalanya adalah: Penyaluran dana yang sering terlambat, berpengaruh pada kegiatan belajar yang ada di sekolah. Saat penyaluran dana BOS terlambat kebutuhan sekolah akan terhambat. Perlu adanya evaluasi agar penyaluran dari dana BOS disalurkan tepat waktu, guna untuk memperlancar semua kegiatan dan kebutuhan sekolah.
Pengambilan dana BOS terhambat dipengaruhi penyaluran dana BOS yang tidak tepat, dalam menambil dana BOS Kepala Sekolah beserta bendahara mengikuti saat sudah adanya laporan kalau dana BOS sudah disalurkan. Pada prosedur pengambilannya sendiri SMPN 2 Batang Hari sudah melaksanakannya dengan baik.
Serta Pembelanjaan/pembelian barang tidak dilakukan oleh Tim Manajemen BOS, pembelanjaan dana BOS bisa dilakukan oleh semua pihak sekolah. Ini dikarenakan SMPN 2 Batang Hari tidak memiliki Tim khusus manajemen BOS yang seharusnya melakukan pembelanjaan.


3.5  Analisis Solusi dalam mengatasi  Kendala  dalam Memenajemen  Dana

Bantuan Operasional Sekolah di SMPN 2 Batang Hari

Tindakan sekolah yang mencari dana talangan atau dana pinjaman merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi penyaluran dana bantuan operasional sekolah yang sering terlambat, dengan adanya dana talangan sekolah akan tetap bisa melakukan kegiatan yang telah direncanakan sesuai dengan hasil rapat yang telah disepakati atau dalam RKAS. Dana talangan dapat memperlancar  dan  RKAS  yang  telah  dibuat  dapat  terlaksana  sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak terhambat dan terganggu.
Pengambilan dana bantuan  operasional  sekolah  dapat  diambil  oleh bendahara bersama kepala sekolah, dana bantuan operasional sekolah akan
diambil  ketika  dana  BOS  sudah  disalurkan.  Ketika  penyaluran  terlambat maka pengambilan dana BOS juga akan terlambat. Maka dari itu sekolah mencari dana talangan agar kegiatan sekolah dapat berjalan lancar dan baik.
SMPN 2 Batang Hari tidak memiliki tim khusus atau tim manajemen bos yang akan melakukan pembelian barang. Pembelian barang bisa dilakukan oleh pihak-pihak sekolah, bisa guru kelas ataupun kepala sekolah itu sendiri. Dikarenakan tidak ada tim khusus pembelanjaan, sehingga pihak yang terkait ketika melakukan pembelanjaan dana BOS harus menyertakan bukti fisik pembelanjaan yang jelas. Sebelum membeli pihak terkait harus mengkonfirmasi kepada kepala sekolah, dan ketika melakukan pembelian harus mempertimbangkan jenis barang, kegunaan barang hinga harga dari barang tersebut.
Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Hari melalui Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan yang membawahi pengelolaan dan BOS menanggarkan kegiatan sosialisasi dan pelatihan mengenai pengelolaan dana BOS dari yang manual hingga entry ke Aplikasi SIPBOS sebanyak 3 kali dalam satu tahun anggaran. Mengundang Kepala Sekolah, Bendahara BOS dan Operator SIPBOS Sekolah menjadi peserta kegiatan tersebut. Dengan demikian sekolah memahami benar penatausahaan Dana BOS baik secara offline maupun online.



4. SIMPULAN

Perencanaan RKAS SMPN 2 Batang Hari disusun oleh Tim anggaran sekolah dengan melibatkan semua guru dan karyawan sekolah di laksanakan pada awal tahun pelajaran. Anggaran disusun berdasar kumpulan kegiatan/kebutuhan dari guru dan karyawan masing-masing bidang. Dana BOS hanya dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang telah dijelaskan dalam petunjuk teknis BOS. Pelaksanaan  Dana  BOS  diawali  penyaluran  Dana  BOS.  Dana  BOS diterima setiap triwulan atau tiga bulan sekali. Pembelanjaan barang/jasa dilaksanakan oleh semua pihak dari sekolah dengan menerapkan prinsip efektif dan efisien.
SMPN 2 Batang Hari melaporkan Pengelolaan Dana BOS kepada Dinas Pendidikan Kabupaten, Provinsi dan Pusat melalui Aplikasi SIPBOS. Kendala yang dihadapi dalam manajemen dana BOS di SMPN 2 Batang Hari adalah tahap penyaluran dana BOS terkait terlambatnya dana BOS cair, pengambilan dana BOS dikarenakan penyaluran yang datang terlambat, dan proses pembelian barang/jasa dari dana BOS tidak dilakukan oleh tim khusus pembelanjaan.
Solusi  dari  kendala  yang dihadapi  dalam  manajemen  dana  BOS,  pada tahap  penyaluran  yaitu  sekolah  melakukan  talangan  dana  untuk  menutupi kekurangan dana sampai dana BOS cair, dan untuk pembelian dana BOS yang tidak memiliki tim khusus pembelanjaan sekolah mengizinkan semua pihak sekolah untuk melakukan pembelanjaan dengan mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari dengan menyertakan bukti fisik yang jelas.





DAFTAR PUSTAKA
Hasibuhan,  Malayu.  2007.  Manajemen  dasar,  Pengertian,  dan  Masalah.Jakarta: Bumi Aksara.

Gunawan, Imam. 2015. Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah Tahun Anggaran 2019 .Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bachri,  Bachtiar.  2010.  Meyakinkan  Validitas  Data  Melalui  Triangulasi  pada
Penelitian Kualitatif. Jurnal Teknologi Pendidikan. 10 (1): 46-62


Komentar

  1. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua....

    Sebuah ulasan studi kasus nyata dalam konteks dunia kerja yang memang terjadi dalam lingkup kerja penulis sehingga dengan mudah penulis menjabarkan secara detail dan sistematis permasalahan hingga sampai kepada solusi yang telah diterapkan dalam mengatasi permasalahan tersebut.

    Mungkin sedikit saja jika diperkenankan untuk menanggapi ulasan diatas bahwa penerapan solusi atas permasalahan atau Kendala – kendala yang muncul dalam manjemen Dana Bantuan Operasional Sekolah di SMPN 2 Batang Hari dalam subbab Analisis Solusi dalam mengatasi Kendala dalam Memenajemen Dana Bantuan Operasional Sekolah di SMPN 2 Batang Hari dengan menggunakan semacam aplikasi apakah tidak dideskripsikan lebih lanjut??
    Mungkin saja dengan penambahan beberapa poin keuntungan dan aspek kebermanfaatan aplikasi tersebut dapat lebih memperjelas tujuan penulisan artikel ini sebagaimana judul yang dtuliskan, yaitu
    "STUDI KASUS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH
    MELALUI APLIKASI SISTEM INFORMASI PENATAUSAHAAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (SIPBOS) DI SMPN 2 BATANG HARI TAHUN ANGGARAN 2019"
    sehingga, poin of view pembaca terdapat solusi kendala berupa aplikasi dapat tergambar dan "terpuaskan" dengan penjabaran yang lebih mendalam pada subbab pembahasan.

    Pada subbab simpulan juga solusi terkait aplikasi juga belum disinggung lebih lanjut.

    Terima kasih dan mohon maaf jika kurang berkenan.

    BalasHapus
  2. Komentar yang sama di sampaikan Oleh Dr. Syamsurizal , saat memberikan kuliah beberapa minggu yang lalu. Sehingga Aplikasi SIPBOS terus dikembangkan, dan saya berusaha untuk melakukan Studi kasus secara observasi langsung dan di olah secara bersama-sama dengan sekolah yang di maksud. sehingga untuk sementara solusi yang bisa diberikan masih berifat responsible atas apa yang terjadi real di lapangan.

    terima kasih masukannya saudari adhita, sangat membantu atas pengembangan aplikasi SIPBOS kedepan.


    Salam TP

    BalasHapus
  3. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...

    Izin menanggapi tentang Studi Kasus Pengelolaan Dana BOS di SMP Negeri 2 Batang Hari, sebuah Pemaparan yang lengkap tentang pengelolaan dan penyaluran Dana BOS pada sekolah tersebut, namun Saya sepakat dengan Saudari Adhita yang telah memberikan tanggapan sebelumnya, bahwsaannya Case Study tentang pengelolaan dana BOS yang ditinjau dari penggunaan aplikasi belum dipaparkan, selanjutnya gambaran solusi yang diberikan dengan adanya kendala dilapangan yang dikaitkan dengan penggunaan apikasi juga belum dijelaskan, sehingga dari studi kasus yang disampaikan asumsi pembaca mengarah pada sebuah kasus umum yang perlu perbaikan pada sistem pengelolaan saja, bukan pada asumsi pemaparan gambaran tentang alternatif solusi-solusi yang dapat dijadikan rujukan bagi sekolah-sekolah lain yang menemukan kendala yang sama dilapangan

    Demikian tanggapan dari Saya, Mohon Maaf jika kurang berkenan dan Terima Kasih

    BalasHapus
  4. teruskan bang fahri, dalam aplikasi bos setiap periode selalu berganti seiring dengan perkembangan teknologi. aplikasi bos selalu mengalami perubahan, semakin lebih efisien. kami yang menggunakan aplikasi bos sangat berteimakasih pada perancang-perancang aplikasi bos. dengan aplikasi-aplikasi tersebut tugas kami semakin dipermudah walau sebelumnya kami harus berpikir keras untuk memahamiya..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALTERNATIF TUNTUNTAN DUNIA KERJA PEGAWAI E-OFFICE UNTUK MENDUKUNG E-GOVERNMENT DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BATANG HARI

Uji Homogenitas

Landasan Penggunaan TIK dalam Distance Education